3 Orang Tewas Diduga Serangan Teroris di Dekat Gereja di Nice, Prancis

PEWARTA_NUSANTARA ||  Sedikitnya tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan pisau di dekat sebuah gereja di daerah Notre-Dame di Nice pada Kamis pagi. (29/10/2020). 

Masyarakat diminta untuk menghindari daerah tersebut sementara operasi keamanan besar-besaran dilakukan oleh polisi bersenjata.

Menurut media Prancis, mengutip sumber polisi, seorang pria dan seorang wanita tewas dalam serangan itu. Jumlah orang yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut masih belum diketahui.

Outlet media melaporkan bahwa wanita itu dipenggal oleh penyerang, tetapi hal ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh polisi atau sumber pemerintah.

Walikota Nice Christian Estrosi membenarkan bahwa tersangka pelaku telah ditahan dan berterima kasih kepada polisi atas tanggapan cepat mereka. Estrosi menambahkan, tersangka pelaku terus mengulang kalimat “Allahu akbar” selama penyerangan.

“Negara kita tidak bisa lagi puas dengan hukum perdamaian untuk memusnahkan Islamo-fasisme,” kata Estrosi dalam pernyataan Twitter, disertai dengan tagar #SamuelPaty, untuk menghormati guru bahasa Prancis yang dibunuh 13 hari lalu.

Motif penyerangan masih belum jelas tetapi Walikota Estrosi membenarkan bahwa, berdasarkan bukti sejauh ini, itu adalah serangan teroris. Departemen kejaksaan anti-terorisme Prancis telah meluncurkan penyelidikan atas serangan pisau itu.

 

Sementara itu, polisi sedang melakukan ledakan terkendali di daerah tersebut dan meminta masyarakat untuk menghindari sementara tim penjinak bom bekerja.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin telah mengadakan pertemuan darurat untuk menilai situasi dan akan mengerahkan unit krisis untuk membantu mengelola operasi keamanan yang sedang berlangsung.

Serangan itu terjadi hanya satu hari setelah menteri dalam negeri Prancis memperingatkan bahwa ancaman teroris di negara itu "sangat tinggi" di tengah meningkatnya ketegangan menyusul pemenggalan kepala  "Pendidik Paty" dalam serangan yang tampaknya dilakukan oleh kelompok Islam.

Guru sekolah tersebut terbunuh setelah menunjukkan kepada murid-muridnya berbagai kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Darmanin mengatakan Prancis harus terus memerangi "Islamisme yang merajalela yang mempersenjatai orang secara ideologis"
. (rt.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.