Pandemi Covid-19; Tiga Warisan Budaya Kabupaten Pacitan Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia 2020

 

PEWARTA_NUSANTARA || PACITAN, Senin 19 Oktober 2020 - Pada tahun 2020, Kabupaten Pacitan  kembali mengusulkan tiga karya budaya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) secara Nasional. Dari ketiga yang diusulkan tersebut pada pelaksanaan sidang WBTB 6-9 Oktober 2020, Alhamdulillah sukses ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Drs.Daryono, M.M menjelaskan, "tiga karya budaya Kabupaten Pacitan  yang disusulkan oleh tim mulai Bulan Desesmber 2019, akhirnya ketiganya ditetapkan menjadi WBTB Indonesia Tahun 2020 yaitu;  Badut Sinampurno (Adat istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan), Tetaken (Adat istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan) , dan Brojo Geni Tremas Pacitan (Pengetahuan dan Kebiasaan Perilaku Mengenai Alam Semesta).

Sebelumnya, di tahun 2019 lalu, hanya satu karya Budaya Pacitan  juga telah ditetapkan sebagai WBTB Nasional, yakni Kethek Ogleng Pacitan (seni pertunjukan).

Penetapan tiga  tradisi dan kebudayaan asli  Pacitan  sebagai WBTB Indonesia Tahun 2020 merupakan angin segar bagi inventarisir dan pelestarian seni dan budaya di Kabupaten yang dikenal dengan Paradise of Java.

Sehingga, kedepannya tidak ada lagi klaim sepihak atas seni budaya asli Indonesia khususnya yang berasal dari Kabupaten Pacitan.

Penetapan ketiga warisan seni budaya Kabupaten Pacitan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2020 salah satu upaya melindungi seni, budaya dan tradisi di Kabupaten Pacitan agar tidak diklaim negara lain dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dengan mendaftarkan seni dan budaya  dalam portal inventaris nasional, " jelas Edi Sukarni kepala Bidang kebudayaan Kabupaten Pacitan.

Agoes Hendriyanto Mahasiswa Program Doktoral Kajian Budaya UNS sekaligus Dosen STKIP PGRI Pacitan bersama Bakti Sutopo, M.A Dosen STKIP PGRI Pacitan bersama Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan  mulai Bulan Agustus 2019 melakukan kajian akademis ketiga warisan budaya Ruwatan Badut Sinampurno, Brojo Geni Tremas, dan Upacara Tetaken.  Hasil kajian tersebut diseminarkan baik di Seminar Nasional maupun International di Pacitan dan Yogyakarta. Kajian akademis yang berhubungan dengan 15 kriteria penilaian dalam WBTb Indonesia harus ada di Warisan yang akan diusulkan tersebut.

Berdasarkan pengalaman pengusulan 2019 yang mengususlkan 3 namun yang ditetapkan hanya 1 yaitu kethek Ogleng Pacitan.  Akhirnya tida usulan tersebut kita samakan dengan saat kita mengajukan Kethek Ogleng Pacitan baik kajian, foto, video yang akan diusulkan.  Untuk Kethek Ogleng Pacitan pada saat itu sudah diusulkan oleh Kab Wonogiri yaitu Kethek Ogleng yang ditetapkan sebagai usulan Wonogiri yang ditetapkan sebagai WBTb Wonogiri 2018.  Akhirnya dengan upaya dalam menggali bukti nyata di lapangan bisa ditetapkan sebagai WBTb Indonesia tahun berikutnya 2019.

Untuk tahun 2020 sebagai tahun yang spesial saat pandemi Covid-19 banyak karya budaya yang ditolak dan yang ditetapkan berjumlah 154 warisan budaya se Indonesia yang ditetapkan sebagai WBTb Indonesia 2020.  Selain itu juga harus terjun ke lokasi dengan membuat dokumentasi berupa foto kegiatan dan video ketiga warisan budaya tersebut. Proses panjang akhirnya membuahkan hasil dengan ditetapkan ketiga warisan Budaya Kabupaten Pacitan  menjadi WBTB Indonesia 2020.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.