Setelah Gempa, Perdana Menteri Yunani dan Presiden Turki Menyatakan Belasungkawa dan Menawarkan Bantuan Satu Sama Lain.

PEWARTA_NUSANTARA || Ahli seismologi Turki telah mendeteksi gempa susulan berkekuatan 5,0 skala Richter di lepas pantai Laut Aegea negara itu. Guncangan itu terjadi setelah gempa bumi dahsyat yang menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai lebih dari 800 orang di seluruh Turki dan Yunani.

Gempa susulan dilaporkan oleh Presidensi Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) pada Sabtu pagi. Tidak segera jelas apakah gempa itu menimbulkan lebih banyak kerusakan di negara itu.

 
Gempa dahsyat, diukur pada skala 6,6 oleh otoritas Turki dan 7,0 oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), melanda pantai Aegean pada Jumat sore (30/10/2020) seperti dilansir dari rt.com. Lebih dari 470 gempa susulan, dengan setidaknya 35 gempa berkekuatan lebih dari 4.0, menyusul gempa tersebut.

Izmir, kota terbesar ketiga di Turki, terkena gempa terparah. Beberapa bangunan bertingkat telah direduksi menjadi puing-puing, dengan puluhan orang terjebak di dalamnya. Sekitar 100 orang telah diselamatkan dari puing-puing, dan upaya penyelamatan berlanjut di delapan lokasi.

Setidaknya 25 orang tewas termasuk satu orang yang tenggelam, angka terbaru oleh otoritas Turki menunjukkan. Dua orang lagi tewas di pulau Samos, Yunani. Lebih dari 800 orang menderita berbagai luka di kedua negara selama bencana tersebut.

Para pemimpin Turki dan Yunani, dua tetangga yang terjebak dalam perselisihan sengit atas hak eksplorasi sumber daya alam Mediterania selama berbulan-bulan, telah menunjukkan solidaritas yang langka setelah bencana tersebut. Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di telepon, menyatakan belasungkawa dan menawarkan bantuan satu sama lain. (rt.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.