Sebatas Angan-Angan; by Putri Ambarwati

 Sebatas Angan-Angan

By. Putri Ambarwati

Pagi itu, ketika terdengar suara alarm dari ponselku. Seketika aku terbangun dari ranjang tidur. Terdengar suara dari luar gemericik air hujan yang turun. Segeralah aku berdiri berjalan mendekati jendela, dan kulihat sekeliling yang semua tampak tertutup kabut putih menghalangi pandangan. Meskipun hari ini hujan turun dan waktunya aku masuk ke sekolah, tidak menghentikan niatkan untuk berangkat ke sekolah hanya karna cuaca.

Seperti biasa sebelum aku berangkat, sarapan pagi selalu ku utamakan. Selesai sarapan, aku bergegas mengambil jas hujanku di almari. Tetapi jas hujan yang aku cari tidak ada di almari. Belum sempat mencari di tempat lain, iba-tiba ibu  memanggilku.

"Siskaa.. kemarilah,  ini jas hujanmu yang kamu cari udah ibu ambil tadi dan sengaja ibu siapkan."

Segera aku menghampiri ibuku diteras rumah, "Iya bu, terimakasih. Tadi aku mencari di almari tidak ada padahal seingatku jas hujan ini  kutaruh di almari."

"Iya tadi ibu lupa bilang  kalau jas hujanmu udah ibu siapkan. Segera kamu pakai sekalian jas hujannya, nanti keburu hujanya makin deras lo."

"Iya bu, ini juga udah siang takutnya telat nanti." Sambil aku pakai jas hujanku.

Karena setiap hari aku berangkat bersama temanku dan karena satu arah juga, perlu menunggu beberapa menit temanmu datang. Ketika temanku Adis sudah sampai aku segera berangkat dan ditengah perjalanan hujan malah turun semakin derasnya. Meskipun sudah sama-sama memakai jas hujan, sempat berfikir ingin berhenti untuk berteduh sebentar karena hujan sangat deras dan angin kencang.

"Bagaimana kalau kita berhenti dulu di pos kampling itu sebentar sambil menunggu hujannya reda?", kata temanku.

"Tapi kalau nunggu hujan reda pasti lumayan nunggu lama dan takutnya telat masuk. Ini udah siang juga."

"Ya sudah kalau begitu kita lanjut aja."

Akhirnya kita putuskan untuk melanjutkan perjalanan meskipun hujan makin deras. Dan alhamdulillah sesampainya di depan sekolah, gerbang masih terbuka. Artinya kita belum terlambat masuk meskipun tinggal kurang dari 5 menit gerbang akan segera ditutup.

"Hmm.....untung saja kita sampai tepat waktu."

"Iya bener banget untung seribu untung ni... Kalau semisal kita telat mungkin kita dapat sanksi. Mungkin karena keadaan hujan ini tadi kita jadi hampir telat, terus ngulur-ngulur waktu buat mikir tadi dijalan."

"Ku fikir juga gitu."

Ketika sampai disekolah, hujannya pun belum berhenti tetapi tidak sederas waktu aku dan temanku diperjalanan tadi.

" Ya sudah lah jangan dipikir lagi, yang penting kan kita udah sampai, tidak terlambat pula."

" Betul sekali.... Sebaiknya kita segera melepas jas hujan ini dan masuk ke kelas. Nanti malah telat lagi masuk ke kelasnya karna kebanyakan ngobrol di sini."

Aku dan temanku segera melepas jas hujan yang dipakai dari tadi berangkat sekolah. Karena memang aku dan temanku beda jurusan, otomatis ruang kelas kita tidak sama.. Jadi kita masuk menuju kelas masing-masing.

 "Sampai jumpa nanti saat waktunya pulang Siska.....", Sambil berjalan melambaikan tanganya kearahku.

 "Oke sampai jumpa kembali." kulambaikan balik tanganku ke arahnya.

Memang temanku yang satu ini selalu baik kepadaku, bahkan aku merasa dia teman yang paling baik diantara teman-temanku yang lain. Ya meskipun terkadang, terlihat tingkahnya masih sepeti anak kecil. Terkadang walaupun dia juga dalam keadaan sulit masih saja mau membantuku dan selalu paham akan keadaanku. Bersyukurlah aku mempunyai sosok teman yang baik selalu ada dalam keadaan apapun.

Setelah beberapa menit aku berjalan, sampailah aku di depan kelas. Kukira semua sudah masuk di dalam kelas tetapi teman-temanku malah banyak yang masih ada di depan kelas. Ada yang masih duduk-duduk, bercerita, dan bersendau gurau. Salah satu temanku menyapaku "Selamat pagi Siskaa... Btw tadi kamu dijalan kehujanan tidak?"

"Emm.. Selamat pagi juga. Yahh sedikit terkena air hujan sih sebenernya. Tapi tadi aku juga udah pakai jas hujan jadi enggak terlalu basah seragamku." Sambil heran sebenarnya, karena baru kali ini temenku menyapa selamat pagi, biasanya juga tidak.

Setelah itu aku masuk ke kelas dan menaruh tas yang kubawa di tempat dudukku. Kulihat suasana di kelas berbeda, semua terlihat senang, bahagia, dan ceria tampaknya.

"Ini kenapa semua masih tenang saja dan bahkan tertawa ceria?.Dan ini kan udah bel masuk kelas, kenapa masih di luar tidak segera masuk ke kelas?", tanyaku kepada teman sebangku, Via namanya.

"Kamu tidak tau kalau hari ini kita free KBM?" Jawab temanku sambil terlihat heran melihatku.

"Ohh... Jadi ini alesannya, semua terlihat bahagia. Hemm..."

" Hahaha.... Iya Sis. Tadi waktu kamu belum masuk, ibu wali kelas memberi pengumuman kalau hari ini tidak ada KBM. Karena  hari Senin sudah mulai kegiatan tryout, jadi kita diberi waktu untuk mempersiapkan selama 3 hari untuk belajar dirumah mulai besuk".

"Wahh.. bagus dong kalau gitu masih ada banyak waktu untuk persiapan belajar".

"Iya..., Tadi temen-temen juga bahas itu. Setelah kegiatan tryout, uas, ujian nasioanl, ukk, dan pameran pasti akan ada acara wisuda juga nanti di akhir. Mereka malah sibuk mikirin wisuda padahal kan masih lama".

"Ya wajar lah Vi, mereka mikirin soal wisuda. Aku aja juga gitu bahkan aku udah mikirin pakaian yang akan dipakai gimana suasana disana nanti gimana udah campur aduk lah pokoknya. Udah kebayang dan pastinya seru banget".

Belum sampai habis percakapanku dengan Via. Temanku Keysa, biasa dipanggil Key yang dari tadi duduk di depan kelas menghampiri aku dan Via.

" Ngomongin apaan sih,,,,,, ? Ikut dongg. Aku di luar bosen dikacangin mulu." Sambil menarik kursi dan duduk di depanku.

" Ini lo Key si Siska lagi ngomongin acara wisuda." Jawab via

" Memangnya kenapa? Pasti mikirnya sama kayak aku. Mikirin pakaian yang dipakai terus pengen cepet-cepet, nggak sabar ikut acaranya.

" Hehehe... Sebenarnya aku juga gitu lo...pengen cepet-cepet acaranya dilaksanakan." Kata Via sambil malu-malu mengungkapkan pikirannya.

Ketika Via dan Key merasakan hal yang sama seperti apa yang aku pikirkan, barulah aku berani berbicara dan menceritakan apa yang ada di pikiranku.

"Iya, mungkin ada yang menganggap perpisahan adalah hal yang paling menyedihkan tetapi mau gimana lagi dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan kan? dan itu hal yang biasa. Kalau bicara soal acara wisudanya, mungkin tidak hanya kita yang sudah memikirkan dan mempersiapkan semua hal yang akan di gunakan saat acara wisuda nanti. Aku yakin semua juga senang dengan diadakannya acara itu." Saat itu aku berbicara mungkin cukup keras hingga sampai di telinga teman-temanku yang lain.

Tiba-tiba Key memanggil teman yang lain untuk berkumpul membahas acara wisuda itu. Ternyata dia hanya ingin memberikan pendapat jika pakaian yang dipakai saat acara dibuat sama (couple). Tetapi setuju atau tidaknya harus ada kesepakatan dan musyawarah bersama. Semua setuju dengan hal itu karena selain menunjukkan kebersamaan juga membuktikan kekompakan. Setelah semua setuju dengan hal itu,Via berbcara dengan memberikan pendapat.

"Bagaimana kalau kita memilih bahan batik dan hanya bagian rok atau bawahan saja dibuat saam, soalnya kalau semua atasan dan bawahan dibuat sama takutnya nanti ada yang keberatan soal biaya. Kalau bawahan saja ringan kan? Batiknya juga bisa kita buat sama-sama di sekolah. Dan aku yakin bapak ibu guru dari jurusan kita juga setuju."

Dari apa yang disampaikan Via, tidak ada yang menolak atupun merasa keberatan. Hingga akhirnya semua menyetujui dan secepatnya akan dibuat jadwal pembuatan bahan pakain batik. Mengingat waktu yang semakin cepat dan proses pembuatannya juga tidak butuh waktu yang sedikit pula.

Beberapa hari kemudian ada kabar yang kurang baik dalam negeri. Tentang adanya virus Corona yang semula hanya ada di Wuhan China kabarnya sudah masuk ke Indonesia. Virus ini sangat berbahaya, karena selain mudah tertular dan menularkan juga dapat menghilangkan nyawa seseorang.

Waktu siang hari saat selesai Ujian Nasional hari pertama.

 "Bagaimana teman-teman kalian sehat semua kan? Udah tau tentang kabar virus yang kini sudah mulai masuk ke Indonesia?" Tanya Via saat semua murid satu kelas berkumpul diluar kelas ujian.

" Alhamdulillah kita semua sehat Vi. Iya aku juga udah denger kabar itu. Ya..... Mudah-mudahan kita selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang dan dijauhkan dari segala macam penyakit gitu aja deh, jangan mikir yang aneh-aneh." Jawabku

"Aamiin.........."

"Tapi jujur ya aku takut. Beritanya aja udah menyebar luas dan semakin hari semakin banyak yang menderita penyakit itu. Dan pemerintah juga sudah memberikan aturan untuk selalu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak." Kata Mega teman sekelasku juga

"Aku juga takut... Bahkan aku berfikir jika penyebarannya semakin luas otomatis kita harus lebih berhati-hati dan selalu menjaga kesehatan."  Kata Via sambil berjalan pulang.

"Sudahlah jangan dibahas, positive thinking aja." Memutuskan pembicaraan sambil berjalan pulang."

Hari ini Ujian Nasional telah usai. Pengumuman kegiatan selanjutnya di informasikan secara online di whatsapp. Waktu itu tak sengaja saat kebetulan aku memegang ponselku dan tanpa terfikir sebelumnya bahwa pengumuman informasi dari sekolah tertulis bahwa sementara sekolah diliburkan dengan waktu yang masih belum bisa ditentukan dan kegiatan UKK, Pameran, dan Wisuda utuk kelas 12  diundur sampai ada informasi lebih lanjut. Informasi itu tentu membuatku kaget tak terduga sebelumnya. Tetapi apa boleh buat itu juga untuk keselamatan bersama, fikirku.

Hari-hari sudah dilewati, semua sangat berbeda. Ingin rasanya untuk segera masuk sekolah dan bertemu teman-teman. Pagi itu sekitar pukul 08.00, ponselku berbunyi dan kulihat ada pesan singkat dari grup whatsapp tertulis bahwa kegiatan UKK, Pameran, dan Wisuda untuk kelas 12 ditiadakan mengingat kondisi dan situasi virus Covid-19 semakin meluas. Entah harus bagaimana lagi, aku hanya diam mematung tak menyangka acara yang di tunggu-tungu di nanti-nanti ternyata tidak akan pernah ada. Seperti hanya sebuah mimpi, berharap terlalu jauh. Begitu juga dengan teman-temanku mereka semua juga kecewa.

Tidak pernah terfikir sebelumnya, padahal semua teman-temanku sudah berharap lebih akan acara yang paling penting selama 3 tahun bersama. Padahal sudah ada rencana pakaian yang akan dikenakan waktu wisuda dan pembuatan bahan kain juga sudah dipersiapkan. Memang benar-benar kecewa banget rasanya sudah berharap dan berfikir jauh tapi ternyata semua hanya jadi sebuah angan-angan yang tak akan pernah terjadi.

Bahkan tidak akan ada lagi kebersamaan di kelas, pasti akan jarang ada pertemuan, jarang kumpul bersama dan pasti semua akan berbeda. Kini hanya akan jadi sebuah cerita kenangan yang hanya bisa dirindukan dan dikenang saja. Mungkin ini akhir dari 3 tahun bersama, teman-temanku berusaha mengubur keinginan dan harapan. Semua hanya berharap semoga akan ada hikmah dibalik cerita ini


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.