Tugu


TUGU

Kala itu dalam kabut pekat malam

Tanpa kata kau buat aku bisu.

Lirih tak terucap dalam ambigu.

Hening..

Kau yang memulai tanpa kau akhiri.

Tiada makna kala itu.

Sendu.....

terusik hati yang candu.

Akan kah semua berpadu?.

Tak semudah itu aku melupa

Asal di mana rasa tercipta.

Terusik hati akan rindu,

Menjadi satu dalam belanga hidup ku.

Akankah waktu cepat berlalu,

Tanpa penghalang juga rintang.

Resah,

Kini ku lepas kau dengan resah.

Sesal,

Bukan sesal dalam hidup ku.

Namun,ini sudah menjadi surat takdir ku.

Terima kasih Tugu, akan ku lepas kau disini.

Di Tugu ini,

Ku tunggu kau rindu. 

(Asih Setiyaningrum)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer