Analis: Jangan Hari Pahlawan Hanya Sebatas Seremonial Belaka

PEWARTA_NUSANTARA || Jakarta - Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November. Tahun ini, peringatan bertepatan serangan pandemi Covid-19 yang telah merenggut banyak korban jiwa.
 
Pemerintah telah menyiapkan acara peringatan tonggak sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Tema tahun ini “Pahlawanku Sepanjang Masa.” Menurut info dari Kementerian Sosial, Presiden Joko Widodo akan menjadi inspektur upacara dalam acara peringatan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada 10 November.
 
Menurut analis kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies Jerry Massie penting juga bagi pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan beasiswa kepada keturunan para pahlawan. Simbol-simbol kepahlawanan perlu disebarluaskan. Pemutaran film bertema kepahlawanan juga dinilai tak kalah penting biar generasi muda tertuju ke hari tersebut.
 
"Perjuangan pahlawan sangat luar biasa. Mereka rela mengorbankan jiwa raga dan darah demi kemerdekaan bangsa. Tapi saat ini kerap jasa-jasa pendahulu seakan tak digubris lagi. Contohnya seberapa sejahtera para legiun veteran asing, berapa anggaran yang dikucurkan pada mereka," katanya pada Jumat (6/10/2020).
 
Film sejarah kepahlawanan diilai Jerry masih minim. Justru film tahyul lebih banyak. Fasilitas rumah, misalnya BTN, perlu disiapkan pemerintah dan selanjutnya acara kepahlawanan dikembangkan biar masyarakat Indonesia menjadi nasionalis sejati.
 
"Selain itu, ada penghargaan bagi pahlawan yang layak menerima tanda kehormatan. Perlu juga disortir mana yang layak diangkat menjadi pahlawan nasional. Pemerintan dan DPR perlu membuat aturan yang metat terkait penerima pahlawan nasional. Jasa-jasa para pahlawan tidak boleh dilupakan, mereka gugur di medan perang agar bangsa merdeka,” kata Jerry,
 
"Pernah ada veteran yang tidak makan selama enam hari karena agresi. Tapi mereka tak menyurutkan langkah mereka untuk merebut kemerdekaan. Pernah ada peristiwa di mana veteran perang tak digubris keluarganya. Yang mana kisah Letkol (Purn) Sara (87), keluarganya diperlakukan yang tak mengenakkan dari Pasukan Pengamanan Presiden saat menghadiri Hari Ulang Tahun Veteran beberapa tahun lalu. Salah satu Paspampres membentak istri Sara, Setyaningsih saat telat datang ke lokasi acara di Gedung Veteran, Balai Sarbini. Setyaningsih dibentak saat menjelaskan alasan dirinya dan suaminya telat hadir dalam acara kenegaraan. Bayangan pejuang tua ini diizinkan masuk ke ruang pertemuan," kata Jerry.
 
Menurut Jerry itu contoh kongkrit peristiwa yang menyayat hati dan dia berharap jangan sampai terjadi lagi.
 
"Jangan hari pahlawan hanya sebatas seremonial belaka. Tapi diubah momentum ini sebagai pengingat pahlawan bangsa mulai pahlawan sebelum dan sesudah kemerdekaan," pungkasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.