DI SEMESTA-MU, KUUKIR DZIKIR, BY DEWA ARUNA


DI SEMESTA-MU, KUUKIR DZIKIR

Juni, tercium harum aroma melati
Roncean anak negeri, menimang janji di antara dua dimensi

Kapan kan teramini?

Mendulang halimun bergulung-gulung
Berkerudung bingung, kidung pun bernada murung

Kemana hendak dilarung?

Bunga kertas menghiasi wisma kalangan atas
Begitu khas, seakan tiada beralas batas
Kenapa mereka bebas?
   
Rinai belumlah usai
Beterbangan uang kertas, seakan moral akan tergadai demi seliter beras
Apakah imbas?

Jalanan keras, tanah padas!
Menyerupa nadi, mengukir pundi pada dinding-dinding cadas
Adakah kata ikhlas?

Irama cadas menggaung dengung
Menelisik lorong-lorong gelap, sementara roda menggilas keras tiada belas
Bisakah tawa kembali lepas?

Otak-otak cerdas, berputar memilin keras
Merubah takdir, menolak fakir, sungguh berat kupungkir
Ijinkanlah, di semesta-Mu, kuukir dzikir?

Pujangga dulu biar Mencair info lainya

By Dewa Aruna

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer