Langkah Konkrit Menghadapi Realitas Penggunaan Teknologi Dimaksimalkan Untuk Menekan Jumlah ASN & PNS

 


Langkah Konkrit Menghadapi Realitas Penggunaan Teknologi Dimaksimalkan Untuk Menekan Jumlah ASN & PNS

Oleh:

Ulfa Maulia Rahmawati
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI Pacitan
Ulfamaulia1111@gmail.com

 Memiliki pekerjaan dengan gaji tetap, tunjangan serta lingkungan kerja yang nyaman merupakan dambaan setiap orang. Salah satu pekerjaan idaman tersebut ialah menjadi anggota ASN (Aparatur Sipil Negara) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil). Hal ini dibuktikan dengan data yang disebutkan oleh BKN (BadanKepegawaian Nasional) di Liputan6.com tentang antusias masyarakat Indonesia pada tahun 2019 yang melamar posisi sebagai abdi negara tembus 5,05  juta pendaftar. Ironisnya, saat ini Indonesia dihadapkan pada situasi sulit. Pandemi Covid-19  yang melanda sejak bulan Maret membuat Indonesia harus menata ulang sistem yang telah berjalan. Keadaan ini membuat aspek penting kehidupan menjadi kacau. Selain dunia kesehatan yang menjadi bahasan penting dalam jawaban ini ialah tentang dunia kerja yang mengalami perubahan.

Seperti yang dilansir dari agoeshendriyanto.com pemerintah menerangkan bahwa jumlah ASN dan PNS akan ditekan serta digantikan dengan pengotimalan tinggi teknologi. Pemberitaan ini karena pernyataan yang dikemukakan oleh Menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang menyebutkan bahawa birokrasi pemerintahan Indonesia sudah waktunya berkaca pada negara-negara tetangga seperti korea dan Malaysia. Kedua negara tersebut secara efektik merekrut pegawai dan pengoptimalkan teknologi untuk memudahkan pekerjaan. Hal ini juga diberitakan Iddhom (2020) pada Tirto ID yang menerangkan bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyebut, ada sebanyak 1,6 juta formasi tenaga administrasi yang akan dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan dan penyuluh. Kebijakan ini diharapkan agar bisa membentuk pemerintahan yang lebih bersih, akuntabel serta memberikan pelayanan prima.

Tentunya kebijakan ini menimbulkan keterkejutan dari masyarakat. Peluang untuk mendaftar sebagai ASN atau PNS berarti semakin sempit. Kebijakan oleh pemerintah ini tentunya bukan sembarang kebijakan. Melainkan sudah dikaji dan dipertimbangkan. Seperti yang dikemukakan oleh Rahma (2020) di Liputan6.com, pada tahun 2020 pemerintah tidak membuka lowongan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) dikarenakan pemerintah harus menuntaskan formasi CPNS tahun 2019. Keterlambatan ini disebabkan karena Pemerintah tidak bisa mengambil risiko bahaya tentang kesehatan anggota CPNS.

Lalu bagaimana langkah konkrit yang bisa dilakukan demi mengatasi hal demikian? Mengutip dari postingan Tere Liye seorang penulis buku terkenal Indonesia pada akun pribadinya Facebook pada tanggal 16 Agustus 2017 mengatakan bahwa:

Adik2 remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu. Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya. Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di LN, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kutipan tersebut sebagai tamparan kaum milenial yang masih beranggapan bahwa ASN atau PNS merupakan pekerjaan impian. Hari ini sebagai kaum yang melek teknologi serta sudah “digembleng” mental oleh pandemi hendaknya bisa mengubah cara pikir dan paradigma masa depan. Ditambah lagi kebijakan pemerintah yang ingin meminimalisir jumlah ASN/PNS dan memaksimalkan teknologi harusnya kaum muda mulai ancang-ancang membangun pondasi.

Sebenarnya kebijakan pemerintah tentang formasi tersebut, bisa memudahkan kita sebagai mahasiswa yang mempunyai basik di pendidikan untuk melanjutkan pengabdian sebagai guru. Namun idealnya,sebagai guru milenial yang mengampu peserta didik zilenial harus mampu mempunyai kemampuan atau keterampilan lebih yang dapat digunakan sebagai nilai saing. Tuntutan ini diharapkan tidak memberatkan, namun digunakan sebagai bahan bakar agar guru zaman sekarang lebih menyukai tantangan dan meninggalkan zona nyaman.

Banyak hal yang bisa dilakukan. Tidak harus menjadi anggota ASN/PNS baru berkarya, namun bekarya dahulu agar bisa mendapatan pekerjaan yang lebih membanggakan. Apabila pemerintah ingin memanfaatkan teknologi dan mengurangi tenaga manusia untuk formasi administrasi, berarti sebagai kaum yang cerdas juga ikut memanfaatkan teknologi dengan baik yang nantinya bisa menghasilkan pundi-pundi penghasilan yang cukup.

Langkah pertama yang bisa dilakukan ialah mulai mengasah kemampuan menulis  selain keterampilan mengajar. Sebagai calon tenaga pendidik, maka alangkah baiknya apabila kemampuan lain juga ikut ditingkatkan. Contoh kecilnya yaitu dengan belajar menulis. Hari ini kegiatan menulis masih belum banyak yang melirik, dikarenakan menulis itu gampang-gampang sulit. Sebagai anak muda kekinian dengan bantuan teknologi seharusnya kegiatan menulis itu mudah. Sumber rujukan melimpah ruah. Cara pemublikasiannya juga tergolong mudah. Seperti tips yang dibagikan oleh Jessica (2017) pada educenter.id, para milenial bisa menulis gratis di beberapa situs seperti: Tumblr.com, WordPress.com, Kompasiana.com, Blogger, serta IndonesiaTempo.co.

Kemudian, berani mencoba hal baru.  Langkah kedua ini sangat praktis untuk dicoba yaitu berusaha untuk berniaga. Zaman sekarang urusan niaga menjadi hal yang mudah. Dengan bantuan gawai dan koneksi jaringan stabil semua orang bisa menjelma senagai wirausahawan ulung. Misalnya memanfaatkan toko online atau marketplace yang ada di media sosial Facebook dan Instagram. Walaupun pandemi masih melanda ada beberapa tips yang bisa dilakukan, seperti yang dikemukakan oleh Rachmatunnisa (2020) di DetikInet yaitu misalnya para pengusaha makanan bisa mulai memanfaatkan aplikasi Go-Food yang saat ini digandrungi oleh masyarakat. Aplikasi ini terkenal karena pengoperasian dan pelayanannya mudah serta menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

Selanjutnya, berani berekspresi secara bebas dengan menjadi “influencer”. Menurut Rismawati (2019) pada seva,id mengutarakan bahwa pilihan menjadi seorang influencer merupakan salah satu opsi pekerjaan terbaik yang bisa ditekuni apabila tidak lolos menjadi ASN atau PNS. Pekerjaan ini membutuhkan ide kreatif yang bisa disalurkan melalui platform seperti You-tube, Instagram , Tiktok dan aplikasi kekinian lainnya. Pekerjaan ini akan menguntungkan selama pandemi, karena tidak perlu turun ke lapangan langsung melainkan hanya berkerja dari rumah mengandalkan kreatifitas serta editing komputer yang menarik.

Ketiga langkah yang telah dijabarkan diatas merupakan langkah paling dasar yang bisa dicoba untuk mengubah paradigma bahwa menjadi PNS ialah segalanya. Simpulan dari jawaban ini ialah sebagai milenial muda harus memanfaatkan teknologi sehingga impian dan pekerjaan bisa dipandang secara luas. Menjadi ASN/PNS boleh jadi menjanjikan untuk prospek masa depan. Namun masa depan tidak akan selalu suram walaupun tidak memakai seragam!!!

Sumber Referensi 

Penggunaan Teknologi Untuk Menekan Jumlah ASN/PNS. www.agoeshendriyanto.com/2020/11/penggunaan-teknologi-untuk-menekan.html 

Santia, Tira. 2019. Jumlah Pelamar CPNS 2019 Tembus 5,05 Juta Orang. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4129332/jumlah-pelamar-cpns-2019-tembus-505-juta-orang. Diakses 19 November

Idhom, M Addhi. 2020. Lowongan CPNS Tenaga Administrasi akan Dikurangi, Guru Ditambah. https://tirto.id/lowongan-cpns-tenaga-administrasi-akan-dikurangi-guru-ditambah-fUde. Diakses 19 November

Rahma, Atika. 2020. Tak Ada Lowongan CPNS di 2020 dan 2021. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4297947/tak-ada-lowongan-cpns-di-2020-dan-2021. Diakses 19 November

Tere Liye. Facebook. Merdeka. https://web.facebook.com/tereliyewriter/posts/merdekaadik2-remaja-sekalian-jika-kalian-masih-bercita-cita-jadi-pns-biar-besok2/1593267607390468/?_rdc=1&_rdr

Jessica. 2017. Suka Menulis? Yuk Manfaatkan 6 Situs Blog Gratis Ini. https://www.educenter.id/. Diakses 19 November.

Rachmatunnisa. 2020. Tips Buat yang Mau Mulai Jualan saat Pandemi. https://inet.detik.com/. Diakses 19 November

Rismawati. 2019. Selain PNS, Ini Alternatif Pilihan Pekerjaan yang Paling Menjanjikan. https://www.seva.id/. Diakses 19 November

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.