Pantau Lokasi Bencana Bupati Minta Segera Ada Penanganan Darurat

 

PEWARTA_NUSANTARA || PACITAN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pacitan pada Ahad (15/11/2020) mengakibatkan bencana di sejumlah titik. Terparah berada di wilayah Kecamatan Kebonagung. Selain menggenangi puskesmas dan rumah warga, banjir juga mengakibatkan tanggul jebol dan jembatan putus.

"Kita akan segera rumuskan bersama jajaran Forkopimda bagaimana menanganinya. Hal ini semata-mata untuk meringankan beban masyarakat" terang Bupati Indartato, saat meninjau lokasi bencana di wilayah Kecamatan Kebonagung, Senin (16/11).

Bupati Indartato datang langsung ke titik-titik bencana bersama Dandim 0801 Pacitan Nuri Wahyudi, Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono, Kepala Pelaksana BPBD Didik Alih Wibowo, Sekda Heru Wiwoho dan camat setempat. 


Bupati dan rombongan mengawali kunjungan ke tanggul jebol di Desa Purwoasri dan jembatan putus yang terdapat di Desa Banjarjo. Jembatan yang dibangun pada tahun 2006 ini hanyut tergerus banjir Minggu sore. Putusnya jembatan penghubung antar desa ini mengakibatkan puluhan warga terisolasi. Untuk menangani permasalahan ini, pemda berupaya membangun jembatan darurat agar warga dapat beraktifitas seperti biasa.

Selanjutnya bupati melanjutkan peninjauan ke Puskesmas Kebonagung. Ini kali kedua Pusat kesehatan terbesar di Kecamatan Kebonagung terdampak banjir setelah banjir pada tahun 2017. Akibat banjir kali ini banyak fasilitas medis yang rusak. Sehingga pelayanan sementara dialihkan ke polindes masing-masing desa.
 
"Kita rencanakan untuk relokasi gedung Puskesmas ke tempat yang lebih aman", kata Bupati Indartato.

Selain banjir hujan deras juga menyebabkan tanah longsor. Di Desa Gembuk beberapa rumah warga terdampak. Material longsor juga menutup jalan. Untuk mempercepat penanganan Bupati Indartato minta segera dikirim alat berat untuk membantu evakuasi material longsor. Diperkirakan pengerjaan akan memakan waktu sampai 3-4 hari karena banyaknya material longsor. Bupati juga memberikan bantuan sembako kepada warga di posko pengungsian Desa Gembuk. (Eriska/rizky/Luky/Arif/HumasPacitan)..

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.