Pengorbanan, By Dewa Aruna

 

PENGORBANAN

Dalam mengejar impian, halangan dan cabaran datang menerpa bak singa lapar rakus menerkam mangsa ketika ini ketabahan dan kesabaran perlu ada pada

Diri agar dapat bertahan dari dibaham oleh kerakusan halangan dan cabaran itu

 Ketika jiwa gundah gulana dilanda ombak dugaan, tiba-tiba angin tenang hadir bersama bisikan azimat kalam

Jangan bersedih hai pejuang, setiap kesukaran, kepahitan dan kesakitan yang kau rasakan  Pasti akan diganti dengan kemanisan dan kejayaan

 ingatlah bahwa perjuangan itu membutuhkan pengorbanan.

Kata itu terus menusuk Kalbu dan serasa meresap ke segenap urat nadi bicara, memberi satu kekuatan baru pada diri dikala sepi menggamit suasana Diri ya Allah akan

Aku tabahkan Diri ini untuk menggapai CintaMu akan

Aku gagahkan jiwa ini agar dapat

Aku berteduh di bawah rendang pohon kasihMu

Aku pohon redhaMu agar daku mampu untuk mengorak langkah menuju jalanMu.

Aku masih merenung jalan yang terbentang ke manakah penghujungnya

Aku masih keliru dengan Haluan yang sedang

Aku lalui kini betulkah ini jalannya sungguh

Aku tak pasti apa yang bakal.

Aku temui dan hadapi di sepanjang perjalanan

Aku nanti apakah di sana ada Cahaya yang akan menyinari lorong suram kelam itu  lantas menunjukkan

Aku jalan yang sebetulnya kadangkala

Aku punya keberanian menyusuri jalan yang berliku penuh dengan Onak dan Duri namun ketika lainnya serasa.

Diri ini tidak mampu mengorak langkah walaupun jalan itu berdiri lurus terfana di depan

Aku pada saat lainnya,

Aku tak dapat meneka bilakah Hujan dan panas firasat

Aku tak upaya untuk mengetahuinya pernah

Aku kebasahan tika ditimpa Hujan dalam perjalanan  

Aku juga pernah mengharungi perjalanan dalam keadaan dahaga di bawah panas bahang Mentari yang amat memeritkan tiba di jalan jalan

Aku buntu  memilih jalan.

Aku akan menguji dan menilai menggunakan

Anugerah Akal sebaiknya agar

Aku tak tersalah pilihan

Aku teruskan lagi perjalanan rupanya jauh sudah

Aku berjalan tapi perjalanan ini sebenarnya lebih jauh Entah di mana penghujungnya

Aku tidak tahu cuma

Aku akan teruskan perjalanan hingga destinasi yang terakhir

Aku mengharap pada Yang  Maha Mengetahui Agar Allah membimbing Aku

 menuju jalan Allah,  jalan Orang yang diberi Nikmat dan Ridha Allah Swt. 

Aamiin


By Dewa Aruna
 

Foto:  Prambanan, Sleman, Yogyakarta

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.