RINAI LEMBUT MENYAMBUTKU, BY DEWA ARUNA


RINAI LEMBUT MENYAMBUTKU

Lewat desir angin kumemanggil namamu
Meski pelataran rumahmu berjelaga salju
Daun-daun pun tertunduk lesu
Mendekapi akar-akar yang bergelayut manja pada rimbun perdu

Namun halimun, masih saja lugu
Mengintip malu-malu dari balik serumpun bambu

Wajahnya, cerminkan ragu
Seperti tiada ikhlas saat  kuketuk pintu rumahmu  

Nabastala perlahan mengabu
Sirnakan jejak-jejak pijakku
Kembali kuterkunci ambigu
Terpanggang di atas tungku

Perlahan, rinai menyapaku
Membasuh letih, penindih lusuhku
Biarlah kuredam gemuruh badai, dengan senandung doaku

Pada-Nya, Sang Penentu Hidupku

By. Dewa Aruna 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer