HK Gunakan Aspal Berkualitas Untuk Bangun Runway Bandara Lombok

 

PEWARTA_NUSANTARA || LOMBOK –  Setelah sukses membangun landasan pacu (runway) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Pattimura Ambon, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali dipercaya untuk membangun runway dan sarana penunjang pada Bandara Internasional Lombok milik PT Angkasa Pura I.  Proyek ini merupakan bagian dari infrastruktur regional pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi lokasi gelaran MotoGP 2021.

Dalam proyek ini, Hutama Karya akan mengerjakan overlay runway eksisting dengan ukuran 2.750 meter x 60 meter dan perpanjangan runway dengan ukuran 550 meter x 60 meter berikut sarana penunjangnya. Dengan revitalisasi tersebut, akan ada peningkatan kapasitas operasional bandara serta kapasitas runway maksimum yang semula untuk pesawat Boeing 737 menjadi pesawat Boeing 777.

Direktur Operasi II Hutama Karya, Novias Nurendra menyampaikan bahwa dalam proyek-proyek pembangunan runway bandara internasional, Hutama Karya telah menggunakan aspal pengikat berkualitas tinggi dengan sistem PG (Performance Grading). Aspal PG ini memiliki spesifikasi pengolahan pada suhu tinggi dan penurunan suhu yang cepat setelah di hampar sehingga dapat langsung difungsikan setelah beberapa jam.

“Keunggulan aspal dengan sistem PG ini adalah lebih kuat dan tahan akan keretakan atau kerusakan lainnya sehingga banyak digunakan pada pekerjaan jalan atau runway bandara di dunia. Jenis aspal ini sudah kami gunakan sebelumnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan hasilnya sangat bagus. Hal ini membuat pengelola bandara, baik itu Angkasa Pura I dan II, juga ingin mengimplementasikannya di bandara-bandara lain di Indonesia, termasuk di Bandara Internasional Lombok ini,” ungkap Novias.

Novias menambahkan bahwa untuk mengimplementasikan sistem aspal PG perlu keahlian dan sertifikasi khusus. Hutama Karya adalah satu dari sedikit kontraktor di Indonesia yang tersertifikasi untuk menggunakan aspal jenis ini.

Selain menggunakan teknologi dan bahan berkualitas, Hutama Karya juga memastikan seluruh aspek QHSSE terpenuhi dengan baik, terlebih pembangunan ini dilaksanakan selama masa pandemi COVID-19. Beberapa upaya yang dilakukan untuk meminimalisir penularan virus di area proyek antara lain adalah penerapan protokol 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) serta 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang ketat untuk seluruh karyawan dan pekerja, membatasi pertemuan fisik, serta membuat skema pengadaan dalam skala besar sehingga tidak terlalu sering pendatangan material ke area pekerjaan.

Novias juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan target produktivitas pekerjaan sekaligus tidak mengganggu operasional bandara, tim di lapangan melakukan kajian-kajian terkait keselamatan operasional bandara. “Proyek ini juga kebetulan dilaksanakan saat musim hujan sehingga tim harus bisa memaksimalkan pekerjaan saat cuaca dalam kondisi baik, sehingga tidak menghambat target-target produksi yang telah direncanakan,” tutupnya.

Progres pembangunan runway Bandara Internasional Lombok saat ini masih dalam tahap pengkajian keselamatan operasional bandara dan pekerjaan tanah di area perpanjangan runway. Proyek ini akan dilaksanakan dalam 360 hari kalender dan ditargetkan rampung pada November 2021 mendatang.

Sumber: bumn.go.id

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.