Ikan Asap Kalakan Sirnoboyo, Pacitan, Jawa Timur

 

Ikan Asap Kalakan Sirnoboyo, Pacitan, Jawa Timur

Agoeshendriyanto (1), Bakti Sutopo (2)

1 PBSI STKIP PGRI Pacitan

Rafid.musyffa@gmail.com

2 PBSI STKIP PGRI Pacitan

 Bakti080980@yahoo.co.id

RINGKASAN

Ikan Asap Kalakan Sirnoboyo,  Pacitan merupakan bahan olahan makanan yang dihasilkan dari proses pengasapan ikan.  Proses pengasapan ikan tersebut telah diwariskan secara turun temurun yang tersebar di masyarakat nelayan di  Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Ikan asap kalakan Sirnoboyo telah menjadi bahan makanan yang mengandung ciri khas masyarakat nelayan nerupa kemarihan kerajinan tradisional yang masih bertahan sebagai cara untuk mengawetkan ikan secara tradisional.   

Hasil kajian sebagai berikut; pertama, eksistensi ikan kalakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya saat pandemik covid-19 tidak berpengaruh terhadap produksi harian ikan kalakan Proses pengasapan ikan yang telah dipotong dengan ukuran tertentu dan ditusuk dengan lidi terus ditaruh dalam panggangan untuk diasapkan selama 5 menit. Tujuan  pengasapan merupakan cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia alami dari hasil pembakaran bahan bakar alami. Melalui pembakaran akan terbentuk senyawa asap dalam bentuk uap dan butiran-butiran tar serta dihasilkan panas. Senyawa asap tersebut menempel pada ikan dan terlarut dalam lapisan air yang ada di permukaan tubuh ikan, sehingga terbentuk aroma dan rasa yang khas pada produk dan warnanya menjadi keemasan atau kecokelatan. Teknologi tradisioan tersebut telah lama digunakan oleh warga Sirnoboyo untuk peroses pembuatan ikan asap kalakan. 

Kalakan merupakan daging ikan asap yang dicirikan dengan keunikannya dengan citara rasa dan tidak mengandung bahan kimia.  Nilai kearifan lokal;  kerja keras, sederhana, alamiah, disiplin diperlukan saat proses pengolahan dan pemasarannya.    Ikan asap kalakan Sirnoboyo dengan kemasan yang dibungkus dengan daun pisang sejumlah 10 tusuk atau biji dengan harga Rp.10.000,-.  Produk makanan olahan tersebut baru dikemas secara tradisional dipasarkan di Pasar Arjowinangun Pacitan. Selain itu juga ada yang telah dipasarkan secara online di sophie.  Produksinya maksimal 6 kilo per hari .  Kedua,  ikan asap kalakan Sirnoboyo layak   didaftarkan sebagai WBTb Indonesia 2021 disebabkan telah dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun dan mempunyai keunikan dalam pembuatannya dan cita rasanya.  Peraturan Menteri Kp, nomer 5 tahun 2018, untuk keterangan yang masih memperbolehkan hiu martil untuk konsumsi berdasarkan pasal 3,  larangan  pengeluaran  Hiu  Koboi  (Carcharhinus  longimanus) dan  Hiu  Martil  (Sphyrna spp.)  serta  produk  olahannya sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2018.  Berdasarkan acuan tersebut untuk konsumsi masih diperbolehkan.  Oleh sebab itu bahan baku ikan asap kalakan Sirnoboyo tidak melanggar dari konvensi ataupun peraturan yang berlaku di Republik Indonesia

 Kata Kunci: Ikan Kalakan Pacitan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.