Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki

 

Oleh: Agoes Hendriyanto

Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki merupakan sebuah model analisis yang digunakan untuk melihat realitas di balik wacana dari media massa dan merupakan sebuah seni dari yang bisa jadi menghasilkan kesimpulan berbeda apabila analisis dilakukan oleh orang yang berbeda, kendati kasus yang diteliti sama Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki (1993).  Framing didefinisikan sebagai proses membuat sebuah pesan yang lebih menarik atau menonjol yang menempatkan pesan dalam sebuah informasi tersebut lebih daripada yang lain sehingga khalayak atau audience lebih tertarik untuk membaca pesan tersebut. (Eriyanto, 2015; 290-291). 

 Analisis Frame menyatakan bahwa semua yang terlibat dalam sebuah pemberitaan secara aktif akan mengklasifikasikan, mengorganisasikan, dan menafsirkan pengalaman hidup kita untuk memahaminya.  Oleh sebab itu dalam skema penafsiran, yang diberi label "bingkai," memungkinkan individu "untuk mencari, memahami, mengidentifikasi, dan memberi label terhadap kejadian ataupun pesan dalam bentuk informasi  (Goffman, 1974;  21) kejadian atau informasi

Pan dan Kosicki analisis framing sebagai berikut; pertama teks berita dilihat terdiri dari berbagai symbol yang disusun lewat perangkat simbolik yang akan dipakai yang akan dikonstruksi dalam memori khalayak, teks berita dilihat sebagai seperangkat kode yang membutuhkan interpretasi. Kedua, analisis framing tidak melihat teks berita sebagai suatu pesan yang hadir begitu saja namun teks berita dilihat sebagai teks yang dibentuk lewat struktur dan formasi tertentu, yang melibatkan proses produksi teks dan konsumsi oleh khalayak.  Ketiga, validitas dari analisis framing tidaklah diukur dari bagaimana teks menyimpan kode-kode yang dapat ditafsirkan dengan sudut pandang tertentu dari peneliti. (Zhongdang Pan and Gerald M.Kosicki, 1993: 55-75)

Eriyanto (2015; 291)  ada dua konsepsi dari suatu framing yang saling berkaitab; pertama, konsepsi psikologi yang mengandung pengertian framing yang berkaitan dengan struktur dan proses kognitif, bagaimana seseorang mengolah sejumlah informasi dan ditunjukkan dalam skema tertentu; kedua, konsepsi sosiologis, bagaimana konstruksi sosial atas realitas bagaimana seseorang mengklasifikasikan, mengorganisasikan, dan menafsirkan pengalaman sosialnya untuk mengerti dirinya sendiri dan realitas diluar dirinya.

Sehingga framing model  Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki berasumsi bahwa setiap berita mempunyai frame yang berfungsi sebagai pusat dari organisasi ide untuk melihat frame dari sisi bagaiamana lingkungan dikonstruksi oleh seseorang.  Individu yang terlibat proses kontruksi sosial tersebut  ke dalam elemen konkret dalam suatu wacana. Wacana yang disusun berdasarkan aspek psikologis dan sosial pembuat pesan dari sebuah fenomena, kemudian dapat disusun dan dimanipulasi oleh pembuat berita, selanjutnya jika sudah layak baru  dikomunikasikan dalam kesadaran komunikasi melalui media online, cetak, dan elektronik. Keempat struktur yang yang merupakan suatu rangkaian yang dapat menunjukan framing suatu media  yaitu struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris (Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki 1993; 59)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer