Keberadaan Seni Reyog Ponorogo "Singo Ludro" Banjarejo, Pacitan, Jawa Timur

 

 Oleh: Suci Fitrianingsih (*)

Keberadaan Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo tentu dilandasi oleh beberapa unsur, diantaranya waktu, ruang, materi, jumlah, SDM. Sebagaimana unsur tersebut menjadi penunjang lestarinya kesenian. Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo adalah seni yang sudah ada sejak tahun 1965 di Desa Banjarjo. 

Dengan begitu mengalami perkembangan dan penurunan hingga pernah vakum, kemudian kembali lagi kesenian ini hidup di tahun 2013 di mana alat-alat baru. Pemerintah Desa Banjarjo mengajukan bantuan untuk membeli alat-alat kesenian Reog Ponorogo.

Tahun 2013 dimana seni reog ini hidup dan adanya pelatih dari luar kota yang melatih pemuda dan masyarakat Desa Banjarjo dengan begitu antusias dan masyarakat selalu melihat latihan di rumah Kepala Desa. Pelatih dari luar melatih pemuda bagaimana cara memainkan alat musik seni reog ini sesuai dengan instrumen dan nada seni reog, melatih tari-tarian jathil dan ganong yang benar sesuai dengan tarian jathil reog, dan tarian bujang ganong, dan melatih gerakan dalam memainkan dhadak merak dan kucingan.

Selama tahun tersebut pemuda dan masyarakat yang berlatih setiap malam sehingga pemuda dan masyarakat yang sudah bisa menguasai gerakan-gerakan, menguasai cara memainkan alat maupun dhadak merak akhirnya melakukan pentas seni di Lapangan Desa Banjarjo dengan mengajak Seni Reog Ponorogo luar desa untuk berkolaborasi. 

Tahun yang mengalami penaikan yang paling tinggi di tahun 2017 yang sebelum tahun 2017 mengalami penaikan bertahap namun di tahun 2018 eksistensi Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo mengalami penurunan yang banyak, hingga sampai tahun 2020 mengalami penurunan. Rata-rata peminat dari Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo adalah pemuda dan tempat latihan yang tidak menentu secara bergantian tempatnya. 

 Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo sudah dikenal dan ada di Desa Banjarjo pada tahun 1965 namun semakin berkembangnya zaman snei reog ini mengalami kevakuman yang begitu lama hingga sampai tahun 2013 baru dimulai kembali dan mengalami kevakuman pada tahun 2020. Eksistensi Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo memiliki faktor penyebab sehingga seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo mengalami pelemahan dan akhirnya vakum alias tidak ada kegiatan.

Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan  faktor penyebab vakumnya eksistensi Seni Reog Ponorogo ”Singo Ludro” Desa Banjarjo sebagai berikut; kesibukan pemuda dan masyarakat, tidak menariknya Seni Reog Ponorogo disebabkan tidak adanya inovasi terbaru, tidak adanya relawan penggerak, alat yang perlu dibelikan yang baru,  masa ekonomi yang sulit sehingga sulit mencari dukungan dana, perlu adanya penggalakan kembali baik pemuda dan masayarakat untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa

(*) Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.