Tangguhnya Industri Kecil Mebel Jatigunung, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur

 

Oleh: Dhini Rahmawati (*)

Salah satu UMKM yang masih bertahan di tengah pandemi Covid-19 adalah industri rumahan mebel.  UMKM mebel yang berada di Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.  Sebuah desa dengan suasana yang masih alami tidak ada bias kebenaran menjadi saksi tangguhnya mereka menghadapi segala keadaan.  Mereka sudah secara alami bisa menyesuaikan dengan alam. 

Pandemi covid-19 merupakan peristiwa penyebaran koronavirus yang masih sangat ramai dan belum teratasi sudah hampir satu tahun lamanya. Keadaan yang disebabkan oleh pandemi ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi penyebarannya sudah semakin meluas dan penderitanya yang semakin bertambah. Terutama dalam beberapa waktu terakhir ini yang mengalami kenaikan pesat lagi. Dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini sangat memengaruhi berbagai bidang dalam kehidupan. Mulai dari bidang politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Perubahan ini menimbulkan keadaan baru yang membuat masyarakat membutuhkan adaptasi baru.

Hal ini yang menyebabkan mereka merasakan kesulitan. Gerak mereka terpaksa harus dibatasi. Dan ini membuat kemajuan menjadi tertahan. Hal itu tak urung terjadi pada usaha industri di Indonesia. Terutama bagi industri-industri besar. Namun, tak jarang juga mempengaruhi industry-industri kecil juga. Dari yang di kota dan beberapa yang di desa. Proses produksi menjadi terganggu sehingga mempengaruhi hasil produksi.

Dari proses wawancara dan observasi kurang lebih satu bulan di rumah produksi, hasil yang diperoleh adalah dari industri kecil pengrajin kayu dibidang mebel yang bertempat di pedesaan saat terjadi pandemi hampir selama setahun terakhir ini tidak mengalami atau hampir tidak terjadi perubahan apapun pada kelangsungan produksinya. Hal itu dimulai dari jumlah pemesanan yang diperoleh. Jumlah pemesanan dalam industri ini tidak mengalami perubahan. Tidak mengalami penambahan ataupun pengurangan. Atau bisa juga dikatakan cenderung sama saat sebelum dan saat pandemi covid-19 terjadi. Hal itu dikarenakan belum ada pesanan rutin atau yang memiliki kontrak kerja.

Dalam industri ini, sang pengrajin tidak memiliki karyawan dan dikerjakan sendiri. Hal itu mengakibatkan tidak ada masalah terhadap pengurangan karyawan ataupun gaji terhadap karyawan, sehingga tidak mengalami kerugian. Dilihat dari bahan yang digunakan, sang pengrajin menggunakan kayu yang ada di sekitar rumah produksinya sehingga tidak mengalami kesulitan. Penyuplai kayu juga didapat dari sekitar rumah produksi sehingga tidak memakan biaya tambahan ataupun tidak mengalami kesulitan. Begitu juga dengan bahan dan alat lain yang didapat tanpa mengambil dari luar kota.

Bahkan untuk kayu yang digunakan juga diperoleh dari hasil yang pengrajin tanam sendiri. Itu yang menyebabkan proses produksi tidak mengalami gangguan selama pandemi terjadi dan tidak mengalami kerugian. Pandemi covid-19 memang membawa perubahan yang cukup besar dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, hal itu tidak terjadi untuk keseluruhan. Apalagi bagi daerah pedesaan. Masyarakat yang belum terlalu tergantung kepada kemajuan zaman dan masih bersahabat dengan alam kemungkinan besar tidak terlalu terpengaruh oleh pandemi ini.

Mereka masih bisa mengatasi masalah-masalah primer kebutuhan. Pekerjaan mereka juga tidak begitu terancam hilang dan penghasilan mereka juga tidak terlalu mengalami perubahan. Ini terjadi bagi mereka yang bersahabat dengan alam dan bisa memanfaatkan hasil alam dengan baik. Mereka yang memiliki keterampilan, misalnya keterampilan tangan untuk mengolah barang disekitarnya menjadi barang yang memiliki nilai jual baik di dalam maupun di luar negeri dengan perbandingan yang setara.

SIMPULAN

Industri kecil atau pengrajin kecil di bidang mebel yang ada di pedesaan tidak terpengaruh oleh adanya pandemi covid-19 yang sudah terjadi selama satu tahun terakhir ini. Pemesanan yang mereka dapat tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan. Atau dengan kata lain cenderung sama dengan sebelum pandemi terjadi.

Dilihat dari segi bahan, pengrajin kecil tidak mengalami kesulitan. Penggunaan kayu yang tidak sebesar industri besar menyebabkan mereka tidak kesulitan mencari penyuplai kayu. Mereka lebih sering menggunakan yang ada di sekitar mereka. Pemesanan yang cenderung tidak berubah, penyuplai kayu yang tidak mengalami kesulitan, dan juga pekerjaan yang mereka selesaian sendiri menyebabkan mereka tidak mengalami kesulitan atau mengalami perubahan selama pandemi covid-19 ini terjadi.
 
(*) Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan
 
Editor: AHy

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer