Analisis Gambar Pria Perkasa Mengangkat Bumi

  

 Oleh: Lutfi Abdul Hamid (*)

Pada gambar ini terlihat seorang  pria yang berbadan kekar dan berambut panjang sedang menyangga planet bumi. Dilihat dari ukurannya pria tersebut berukuran sangat besar dan sangat kuat sehingga mampu menyangga sebuah planet. 

Kalau dipikir lebih mendalam sebuah planet seperti bumi tidak akan jatuh karena memang sudah mempunyai garis revolusi sendiri yang terbentuk secara alami dalam sebuah tata surya. Namun entah mengapa pria super raksasa tersebut malah menyangga bumi yang pada kenyataannya tidak akan jatuh terkecuali pada hari kiamat nanti (Hanya Tuhan yang tahu).

Namun menurut bebrapa sumber sebenarnya gambar ini ialah sesosok Dewa bernama Atlas  (mitologi Yunani) yang dihukum Dewa Zeus untuk menopang sebuah bola. Ada yang berpendapat bahwa itu bumi, ada juga yang berpendapat bola langit dan ada juga yang berpendapat bahwa itu adalah langit. Konon katanya Dewa Atlas dihukum karena sebagai pemimpin para titan yag kalah dalam perang melawan para dewa olimpian yang dipimpin oleh Dewa Zeus.

Jika dilihat dari gambarnya saja dengan mengesampingkan siapa yang digambar tersebut, maka bisa diartikan pria tersebut mempunyai peran dan pengaruh yang besar bagi dunia. Mungkin saja ia adalah seorang filsuf yang mampu menciptakan pemikiran-pemikiran revolusioner yang menuntun pemikiran manusia ke arah yang lebih baik serta mampu menjaga peradaban dari keterpurukan.

Gambar tersebut juga bisa diartikan sebagai ilmu keastronomian. Karena bisa dilihat secara jelas dari latar gambar yaitu luar angkasa. Hal tersebut juga selaras dengan siapa yang di gambar tersebut, yaitu Dewa Atlas yang dihukum untuk menyangga langit. Dewa Atlas juga sering disebut sebagai dewa navigasi dan astronomi.

Tetapi jika dilihat dari asal-usul gambar, yaitu Dewa Atlas yang memimpin para titan kalah dalam peperangan melawan para dewa olimpian yang dipimpin oleh Dewa Zeus, sehingga Ia mendapat hukuman berat untuk menyangga langit, maka bisa diartikan bahwa jika mengambil suatu keputusan maupun tindakan dalam hal ini digambarkan sebagai perang, maka harus siap untuk menanggung akibatnya. Semakin besar sebuah keputusan dan perbuatan maka semakin besar pula tanggung jawab dan akibatnya. Atau juga bisa diartikan semakin besar dan tinggi jabatan seseorang, maka semakin besar pula beban dan tanggung jawabnya.

(*) Mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer