Dialektika Generasi Masa Kini dan Masa Lalu

 
Oleh : Putri Ambarwati

Dialektika dalam sebuah kehidupan perlu kita lakukan.  Sebuah kehidupan memerlukan suatu kompromi untuk suatu tujuan yang lebih mulia.  Terkadang harus ada yang rela berkorban untuk suatu tujuan.  namun ada juga yang tidak tahu ataupun pura-pura tidak tahu jika ada orang lain yang lebih berjasa.  Itulah sebuah dialektika realitika sebuah kehidupan.

Seperti halnya generasi Z sebagai generasi muda penerus  sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan zaman dulu. Apalagi kekinian ini menimbulkan perubahan perilaku seseorang seperti halnya anak muda zaman sekarang dengan canggihnya alat komunikasi modern contohnya handphone yang dapat merubah kebiasaan seseorang.  

Media sosial seperti facebook, istagram, youtube, website, portal berita, email, twitter dan aplikasi lainnya menjadi keseharian dan budaya anak-nakak muda.  Jangan kita anggap remeh budaya mereka karena budaya tersebut sekarang ini diperlukan dalam kemajuan era digital yang menggunakan media internet sebagai sarana yang cepat, dan tidak ada batas ruang dan waktu. 

Terkadang generasi sekarang lebih banyak fokus bermain handphone tanpa menyadari keadaan sekitar. Tentu perubahan ini akan menjadi suatu kebiasan yang buruk jika tidak di imbangi dengan kebiasaan yang baik yaitu dengan memanfaatkan teknologi secara positif. 

Meski dapat diakui bahwa alat canggih ini sangat bermanfaat seperti contoh misalnya seseorang dapat dengan mudah mengabadikan momen terindah hanya dengan mengandalkan benda kecil (handphone). Dengan cara selfi dan menyimpan file foto kita bisa melihat kenangan di kemudian hari yang mungkin paling berkesan meski hanya berupa gambar. 

Jika dibandingan zaman dulu sebelum adanya alat canggih seperti handphone seperti saat ini tidak ada cara mengabadikan momen dengan foto tetapi hanya melalui ingatan saja. Hal ini perkembangan teknologi tentu menjadi perubahan yang sangat besar pada generasi saat ini.

Jika mengingat pola kehidupan zaman dulu semua masih sederhana serba tradisional. Tidak seperti sekarang yang serba menggunakan teknologi sehingga kegiatan apapun bisa selesai dengan cepat. Generasi zaman dulu juga terkenal dengan serba kebersamaan, kerukunan, saling membantu satu sama lain, dan gotong royong. Seperti halnya pada gambar tersebut terlihat para petani memanen padi dan mereka saling gotong royong membantu proses mengolah padi menjadi beras untuk kebutuhan pokok sehari-hari. 

Hal itu yang membuat generasi kehidupan pada zaman dulu terlihat lebih rukun damai dan tentram. Tidak seperti sekarang yang justru memanfaatkan teknologi dengan cara yang tidak benar. Generasi muda sekarang lebih suka berdiam diri dirumah bermain game dan gadget sehingga kebiasaan zaman dulu terlupakan.

Namun kita percayakan pada mereka karena mereka lebih menguasai perkembangan teknologi informatika yang membutuhkan kemampuan multimedia.  Dipundak merekalah keberlangsungan dalam kehidupan ini.  Oleh sebab itu berpegangteguhlah pada Agama dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi agar menjadi manusia yang bermanfaat.  

(*) Mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer