Erwin Gutawa Rilis Album Symphonesia

PEWARTA_NUSANTARA || Jakarta - Erwin Gutawa merilis album berjudul Symphonesia. Album ini berisi lagu-lagu populer lintas era yang diaransemen dengan format orkestra simfoni. Adapun perilisan ini sebagai cara Erwin Gutawa menyambut Hari Musik Nasional yang dirayakan tiap tanggal 9 Maret.
 
Total terdapat delapan lagu dalam album ini, yaitu "Memori" (ciptaan Oddie Agam, dipopulerkan Ruth Sahanaya), "Bukan Cinta Biasa" (ciptaan Bebi Romeo, dipopulerkan Afgan), "Alamat Palsu" (ciptaan Dadan Ind, dipopulerkan Ayu Ting Ting), "Pelangi di Matamu" (ciptaan Azis MS, dipopulerkan Jamrud), "Firasat" (ciptaan Dewi Dee Lestari, dipopulerkan Marcell), "Di Dadaku Ada Kamu" (ciptaan Dodo Zakaria, dipopulerkan oleh Vina Panduwinata), "Kala Sang Surya Tengelam" (ciptaan Guruh Sukarnoputra, dipopulerkan oleh Chrisye), dan "Menghitung Hari" (diciptakan Melly Goeslaw, dipopulerkan oleh Krisdayanti).
 
Dalam keterangan pers, Erwin menjelaskan bahwa pemilihan lagu-lagu itu lantaran melodinya sudah tidak asing lagi. Hal itu penting dalam sebuah album orkestra instrumental.

Dalam sebuah karya instrumentalia, melodi adalah unsur penting, harus dapat bercerita karena tidak ada lirik," tukas Erwin, dikutip dari laman medcom.id.
 
Selain itu, album ini disebut Erwin lahir dari rasa hormatnya pada pencipta lagu Indonesia yang mampu melahirkan lagu-lagu hebat dan melodi yang abadi.
 
Orkestra pada album ini dimainkan oleh 60 musisi dari Synchron Stage Orchestra, Wina, Austria. Synchron Stage Vienna sendiri merupakan studio yang biasa merekam proyek-proyek musik dan scoring film dunia. Termasuk biasa digunakan komponis top Hans Zimmer.
 
Proses rekaman dilakukan sebelum pandemi, yaitu pada 2018-2019. Dibantu langsung oleh konduktor tetap Synchron Stage Orchestra, Johannes Vogel, serta concertmaster Dimitrie J. Leivici dan Marina Dimitrova yang pernah terlibat dalam produksi berbagai film box-office Hollywood.
 
Sementara proses mixing dikerjakan oleh Eko Sulistyo di Jakarta, dan proses mastering dikerjakan oleh Simon Gibson, teknisi suara ternama dari Abbey Road Studio, London, Inggris.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer