Kementerian Kominfo Gandeng ITS dalam Program Digital Talent Scholarship 2021.

 

PEWARTA_NUSANTARA || Surabaya - Guna meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika mengandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam Program Digital Talent Scholarship 2021. 

Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto memperkenalkan salah satu pelatihan yang mereka miliki, yaitu Fresh Graduate Academy (FGA) yang ditargetkan memberikan sertifikasi kompetensi.

"Pelatihan ini ditujukan bagi lulusan baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain memberikan sertifikasi bagi para lulusan baru untuk terjun ke dunia kerja, Kominfo juga turut bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan global seperti Microsoft dalam pelatihan tersebut," ujarnya dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Jumat (05/03/2021). Dikutip dari laman Kominfo.go.id.

Selain FGA, menurut Kepala Badan Litbang SDM, ada pula Tematik Academy yang menyasar kepada masyarakat tertentu seperti kaum imigran dan difabel dalam memecahkan permasalahan berbasis TIK. Sedangkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) terdapat pelatihan kepemimpinan dan manajerial berbasis digital. “Sehingga tenaga kerja pemerintahan memiliki wawasan yang lebih terbuka terhadap teknologi di bidang-bidang tempat mereka bekerja,” tuturnya.

Tahun ini, kolaborasi ITS dengan Kementerian Kominfo akan dikembangkan untuk materi pelatihan yang lebih bervariasi.  Menurut Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Adi Soeprijanto, Program DTS Kementerian Kominfo diharapkan dapat selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Sehingga tidak hanya masyarakat tertentu, alumni, dan ASN saja yang dapat berpartisipasi dalam pelatihan ini, melainkan mahasiswa aktif juga,” ungkap guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Menurut Adi, sikronisasi pelatihan Kementerian Kominfo dengan kebijakan MBKM tersebut dapat berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Yaitu dengan memberikan ketrampilan digital bagi masyarakat maupun menciptakan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan dalam mewujudkan Kota Pintar (Smart City). Selain itu, program ini juga memberikan beasiswa pelatihan softskill dan hardskill bagi mahasiswa berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.

"Sementara itu, ITS juga berencana mengusulkan beberapa proposal untuk menyukseskan kerja sama ini. Terutama dalam hal pendanaan beasiswa S2 bagi tenaga kerja pemerintahan dan Kemenkominfo, kerja sama kurikulum ITS dengan kampus lain, serta KKN tematik bagi mahasiswa dan dosen," jelasnya.

Rektor ITS Mochamad Ashari optimistis bahwa dengan kualitas dosen di Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS yang sudah teruji dan kompatibel, dapat menyukseskan program pelatihan Kemenkominfo pada tahun ini dengan lebih baik lagi.

M. Ashari berharap kolaborasi ITS dengan Kementerian Kominfo dalam menyiapkan SDM Indonesia ke era revolusi industri 4.0 dapat terus berlanjut. “ITS siap dalam menyukseskan program ini dan berharap program ini dapat terus berlanjut, meluas, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas guru besar Teknik Elektro tersebut dengan penuh harap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer