Kepala Bappenas: Peran CSR dalam Pemulihan Ekonomi Kita

PEWARTA_NUSANTARA || Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menjadi narasumber dalam FGD yang mengusung tema “Pemulihan Ekonomi Nasional dan Pelaksanaan Agenda SDGs: Upaya Meningkatkan Peran CSR”. Acara tersebut digelar secara virtual pada, Rabu 10 Maret 2021.

Saat membuka pemaparannya Menteri menjelaskan mengenai peran CSR dalam pelaksanaan SDGs.

“CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah konsep manajemen perusahaan yang mengintegrasikan masalah sosial dan lingkungan dalam operasi bisnisnya untuk keseimbangan antara compliance, harm minimization, dan value creation, sehingga menguntungkan semua pihak,” ujar Menteri.

Pelaksanaan CSR di Indonesia mengacu pada beberapa landasan hukum, diantaranya adalah Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah.

Selanjutnya, Menteri menjelaskan mengenai tujuan investasi sosial dari sudut pandang perusahaan dan komunitas.

“Tujuan investasi sosial, dari sudut pandang perusahaan yaitu mendapatkan social license to operate, bagian dari manajemen risiko sosial dan  lingkungan, untuk menciptakan keunggulan kompetitif, meningkatkan reputasi perusahaan, pemenuhan atas peraturan dan perundang-undangan, sinergi dengan program pembangunan nasional atau daerah, dan meningkatkan loyalitas konsumen,” tuturnya.

Menteri melanjutkan, dari sudut pandang komunitas, yaitu meningkatkan kualitas hidup komunitas pendidikan, kesehatan, penghidupan dan ekonomi, serta sosial budaya, khususnya yang hidup dan tinggal di sekitar wilayah operasi perusahaan, meningkatkan kemandirian komunitas, meningkatkan kemampuan komunitas dalam mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan.

Selain menyampaikan hal tersebut, Menteri juga menyebutkan relevansi investasi sosial dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG’s.

“Prinsip tanggung jawab sosial yaitu akuntabilitas, transparansi, perilaku etis, penghormatan kepada kepentingan pemangku kepentingan, kepatuhan kepada hukum, penghormatan kepada norma perilaku internasional dan penegakan HAM,” ucap Menteri.

Investasi soial dalam konteks tanggung jawab sosial perusahaan yang disarankan dalam ISO 26000 terkait subyek inti pelibatan dan pengembangan masyarakat, mencakup antara lain pendidikan dan kebudayaan, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan, pengembangan akses teknologi, peningkatan kesejahteraan dan pendapatan, kesehatan.

Menteri juga menyebutkan bahwa SDGs sebagai agenda kolaborasi untuk bangkit bersama dari Covid-19.

“SDGs sebagai agenda kolaborasi untuk bangkit bersama dari Covid-19. SDGs menjadi kerangka global common framework para pemangku kepentingan untuk mencapai kesejahteraan bersama yang berkelanjutan. Kerjasama yang konstruktif dan positif antara pemerintah dan parlemen, filantropi dan pelaku usaha, akademisi dan pakar, ormas dan media. Memastikan no one left behind, membangun kepercayaan, saling menghormati dan peduli, kemitraan yang setara, partisipasi yang aktif, akuntabel/terbuka, saling menguntungkan,” tutup Menteri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer