Lumadi, Seniman Patung Profesional dari Boyolali

 


PEWARTA_NUSANTARA || Boyolali - Seni patung adalah hasil ekspresi jiwa manusia dengan menciptakan bentuk visual melalui media tiga dimensi yang bertujuan untuk keindahan.  Seni patung dapat dengan mudah di jalan. Biasanya dibangun sebagai monumen atau memperingati jasa seseorang atas peristiwa yang pernah terjadi.

Patung tentu tidak terbentuk sendiri, ada penciptanya yang mendesain bentuk dari setiap patung yang bermakna ini. Sosok pemuda bernama Lumadi yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah ini lahir pada 27/1/ 1990 di desa Randusari,  RT. 04,  RW.01 Keposo, Tamansari, Boyolali.  Pria ini dikenal karena karyanya yang penuh mistis.

Laki laki yang akrab dengan wartawan ini sedikit berbagi cerita terkait bagaimana awal dirinya mencintai seni patung, saat ditemui pada Sabtu, (6/3/2021)  lalu bagaimana di tempat berkaryanya ini.

"Saya mencintai seni mematung saat ingin mengekpresikan perasaan dan melampiaskan ide ke media tanah liat, dan disitu mulai memasuki dunia patung," lanjutnya.

"Patung yang pernah saya buat adalah patung Pakubuwono X, patung ini adalah salah satu patung tokoh kerajaan yang sangat berkesan untuk saya buat patung, Selain tokoh kerajaan juga pahlawan dan lain sebagainya, juga pernah saya buat," terangnya.

"Patung yang sering menjadi pesanan adalah patung kuda yang melambangkan kekuatan dan semangat.  Misalnya Patung Garuda, Patung Ki Ageng Panjawi naik kuda, Patung Teuku Cik Di Tiro dan lainnya. 

Mengenai harga patung menurut Lumadi sangat beragam. "Harga patung sangat beragam sesuai material ukuran tingkat kesulitan dan lain lain, faktor- faktor yang mempengaruhi harga," katanya.

Patung sovenir fiber harganya sekitar 50 ribu hingga 200 ribu, patung taman semen sekitar 1 juta hingga 4,5 jutaan, patung icon atau logo harganya sekitar 8 sampai 15 jutaan dan patung monumental dengan harga yang paling  mahal.

Patung monumental dalam proyek dengan harga 80 juta hingga 200 jutaan dengan menyesuaikan sesuai ukuran, jenis material, tingkat kesulitan dan lainnya.

Pihaknya juga sudah melakukan pengiriman ke Samarinda, Jakarta, Malang, Surabaya, Bandung dan lainnya. Pihak yang pernah memesan antara lain Dinas Kebudayaan Boyolali, Dinas Pariwisata Surabaya, Perumahan Swasta Kediri Director,  PT. Karimunjawa dan Keraton Surakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer