Manusia dengan Akal Budinya Berpikir untuk Cari Kebenaran

 

 

OLEH:  SILVI AULIA PUTRI LAILYANA (^)

Pada hakikatnya manusia diberikan anugrah yang tiada terkira dari Tuhan Yang Maha Esa berupa akal pikiran/budi. Secara alamiah, manusia berpikir untuk mencari kebenaran atas segala rasa ingin tahu yang tinggi mengenai segala sesuatu. Dengan pemikiran tersebut terciptalah pengetahuan, pengetahuan ini tidak hanya tercipta dari suatu pemikiran saja, namun pengetahuan juga ada yang berasal dari pengalaman hidup. 

Maka muncul filsafat, yang dianggap sebagai asal mula semua ilmu pengetahuan. Filsafat sendiri merupakan ilmu yang menjadi dasar bagi yang lain, sehingga dengan adanya filsafat berbagai permasalahan dapat terpecahkan.

Filsafat ilmu membimbing manusia untuk berfikir dan merefleksikan kegiatan pengetahuan yang dilakukan. Manusia tumbuh dan berkembang serta mengambangkan diri sesuai dengan harkat, martabat dan keadaan lingkungan yang bervariasi menuntut manusia lebih bijaksana, arif, selektif, kreatif, dalam menyikapinya. 

Dengan pemahaman yang lengkap dan tepat tentang filsafat ilmu, manusia diharapkan tidak terbelenggu oleh kebenaran semu yang menyesatkan. Kegiatan berfilsafat menjadi upaya pencarian manusia untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi secara mendalam dan menyeluruh. Mempelajari dan menggali pengetahun merupakan awal proses manusia mampu membedakan mana yang kenyataan dan yang ilusi semata.

Dalam perkembangan pemikiran manusia dari zaman dulu dan kini akan terus mengalami peningkatan. Pada mulanya orang zaman dahulu sangat percaya terhadap dongeng dan mitos-mitos yang berkembang di kalangan masyarakat. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, maka berubahlah pola pikir orang-orang terdahulu menjadi pola pikir yang didasarkan pada pengalaman , dan pembuktian kebenarannya melalui penelitian secara umum  dan bukan permasalahan pribadi. 

Setiap permasalahan filsafat, adalah bagian integral dari upaya yang lebih luas. Oleh karena itu perlu metode ilmiah dalam pembuktianya, dan inilah yang tentunya manjadi kata kunci dari filsafat ilmu.

Manusia dengan akalnya dapat menciptakan sesuatu yang digunakan untuk menutupi kelemahan jasmaninya yang sangat lemah jika dibandingkan dengan harimau, gajah, banteng, burung dan sebagainya, dengan demikian manusia mencari solusi dengan menciptakan alat-alat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena jasmani manusia yang lemah untuk menghadapi alam maka dengan keterbatasan tersebut manusia diberi akal pikiran. 

Dengan akal dapat melahirkan kamampuan dalam menghadapi masalah. Kemampuan yang dimiliki sangat berbeda tentunya antara manusia yang satu dengan yang lain, hal ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan yang dimiliki, ilmu pengetahuan, keterampilan dan kecakapan diri yang dimiliki untuk menghadapi masalah dengan tindakan yang tepat. Kemampuan dan ilmu manusia, baru dapat arti kalau mereka mampu melakukan penelitian dengan tujuan menemukan jawaban berdasarkan kebenaran atau konteks yang sebenarnya dan bertindak atas penalaran yang kuat untuk mencari serta menemukan kebenaran.

(*) Mahasiswa PBSI STKIP PGRI Pacitan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer