Operasi Yustisi di Bendosari: Menekan Laju penyebaran Covid 19 Tanggung Jawab Bersama

 

PEWARTA_NUSANTARA || Sukoharjo,  (24/03/21) -  Operasi Yustisi gabungan penegakan Disiplin pada pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) di Wilayah Kecamatan Bendosari kembali dilaksanakan oleh aparat gabungan yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kec. Bendosari, (24/03).

Selain operasi yustisi kegiatan juga memberikan himbauan 5M kepada warga dalam rangka menekan penyebaran Covid 19 yang sampai saat ini belum berakhir. Dalam himbaun tersebut Satgas Covid-19 Kec. Mojolaban mengharapkan agar warga selalu patuh Disiplin Protokol Kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu; Mencuci Tangan Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas.

"Menekan laju Penyebaran Covid 19 adalah tanggung jawab kita bersama sehingga kita semua, yaitu dengan cara disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan dengan menerapkan 5 M yaitu Mencuci Tangan Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas," ujar Camat Bendosari Rohmadi S.H,MM.Si

"Kami juga menghimbau kepada warga jika tidak penting sekali tidak perlu ke luar rumah, karena dirumah saja akan lebih aman dalam situasi pandemi ini. Tetap jaga imun dan kebersihan diri, Keluarga dan Lingkungan dengan kita tetap menerapkan Prokes 5M diharapkan dapat membentengi diri dari penyebaran Covid-19" imbuh pak Camat.

Hadir dalam kegiatan operasi yustisi ini Camat Bendosari Rohmadi S.H,MM.Si, Kepala Puskesmas Bendosari dr. Romdon Nugroho, anggota Koramil 12/Bendosari Serka Suwanto, Iptu Supriyadi dar Polsek, bapak Dwi jatmiko SH dari Satpol PP, anggota Puskesmas serta 2 orang relawan.

"Ini sudah menjadi rutinitas kami sehari-hari, melaksanakan himbauan protokol kesehatan dan operasi penegakan Prokes merupakan tugas utama bagi para Babinsa di masa pandemi covid 19 ini, apalagi kami juga tergabung dalam Satgas PPKM mikro di setiap desa, pada dasarnya kami selalu siap membantu dalam hal-hal yang berkaitan dengan penaggulangan wabah covid 19 ini," ungkap Serka Suwanto.

(Agus Kemplu)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer