Program Pamsimas Di Desa Pandeyan Boyolali Dibangun, Atasi Dampak Kekeringan

PEWARTA_NUSANTARA || BOYOLALI  – Pemerintah Desa Pandeyan di Kecamatan Ngemplak, Boyolali tengah menggarap proyek pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dukuh Menjing, Desa Pandeyan.

Adapun proyek Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) ini merupakan program yang bertujuan untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai Sasaran Millenium Development Goals (MDGs).

Proyek ini disambut hangat oleh warga Desa Pandeyan.  Dari hasil interview dengan Kepala Desa (Kades) Dwi Purboyono, keberadaan Pamsimas ini sangat dibutuhkan masyarakat di daerah pedesaan manakala kekeringan terjadi.

"Tujuannya untuk mengantisipasi dan menyediakan air bersih di musim kemarau ketika terjadi kekeringan sumber air bersih, semoga bermanfaat bagi masyarakat," kata Dwi, Selasa (9/3/2021) malam.

Menurut informasi yang diterima media ini, jumlah pelanggan yang sudah mendaftar untuk pemanfaatan Pamsimas hingga saat ini sebanyak 150 KK. Menurut penuturan Dwi, rencananya pengelolaan Pamsimas ini akan dilaksanakan oleh masyarakat sekitar melalui wadah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diberi nama Abiyasa Mandiri, Ketuanya Priyanto, penduduk setempat.

Selain bertujuan untuk membantu warga dalam menanggulangi kekurangan air bersih di musim kemarau, Kades Dwi berharap dengan adanya Pamsimas di RT 03/02, Dukuh Menjing tersebut, juga memberikan pendidikan jiwa kewirausahaan yang mandiri bagi masyarakat serta menunjang kesejahteraan mereka.

"Kami berharap ini dapat memberikan pendidikan jiwa kewirausahaan yang mandiri serta menunjang kesejahteraan masyarakat," harap Kades Pandeyan itu.

Pembangunan Pamsimas ini masih terus berjalan. Setelah usai pengeboran dan diuji coba selama 72 jam nonstop, kini dalam tahap uji lab air (konsumsi rumah tangga).

Dari laporan yang diterima, program Pamsimas di Desa Pandeyan itu membutuhkan anggaran sebesar RP 350 juta. Anggaran dana tersebut bersumber dari anggaran APBN sebesar Rp 245 juta, APBDes 35 juta, modal awal yang bersumber dari warga atau Incash Rp 14 juta dan Inkind senilai 56 juta. (MTAK-red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer