Segera Terbit ! Buku Sosial Budaya Masyarakat Pacitan, Sebuah Perkenalan (Indartato, Daryono, Agoes Hendriyanto, Bakti Sutopo, Edi Sukarni)

PEWARTA_NUSANTARA || PACITAN - Kita sepakat bahwa berbagai produk budaya baik yang yang berwujud benda maupun non-benda harus tetap ada di tengah-tengah masyarakat meskipun pada saat ini perkembangan teknologi informasi telah mengubah tatanan peradaban masyarakat Indonesia. 

Berbagai hal yang berkaitan dengan kebudayaan merupakan elemen penting karena dapat menjadi identitas kultural sekaligus jati diri suatu masyarakat. Kebudayaan juga berkaitan erat dengan tata nilai sehingga tak dapat ditepikan saja fungsinya dalam kehidupan. 

Fungsi kebudayaan salah satunya adalah mengatur agar manusia dapat memahami cara bertindak, berbuat, menentukan ketika berada dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, apabila suatu kebudayaan mengalami kemunduran atau bahkan hilang maka suatu masyarakat telah kehilangan seperangkat tata nilai yang teramat penting terkait identitas kultural dan juga jati diri mereka. 

Oleh karena itu meski dalam berbagai keterbatasan Tim Penulis berusaha mendokumentasikan berbagai produk budaya khususnya yang ada di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Pacitan dengan judul SOSIAL-BUDAYA MASYARAKAT PACITAN: Sebuah Perkenalan. Buku ini teramat singkat untuk mendeskripsikan dimensi sosial dan budaya masyarakat Kabupaten Pacitan sangat luas dan beragam. Akan tetapi setidak-tidaknya buku ini dapat digunakan untuk membuka wacana bahwa masyarakat Kabupaten Pacitan memiliki berbagai produk budaya yang  perlu dibanggakan sekaligus dilestarikan. 

Selain itu, buku ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan generasi yang akan datang sehingga mereka tetap mengenal produk budaya yang dimiliki oleh generasi sebelumnya. Berbagai bahasan dalam buku ini dikemas dalam 5 bab yang terdiri atas Bab 1 berisi berbagai informasi terkait informasi umum Kabupaten Pacitan yang meliputi Aspek Demografi dan Geografis-Ekologis Kabupaten Pacitan. Tujuan bab ini adalah menggambarkan dinamisasi masyarakat Kabupaten dari waktu ke waktu serta kondisi alam Kabupaten Pacitan. 

Bab 2 berjudul Kabupaten Pacitan Dan Budaya Mataraman. Bab tersebut berisi uraian singkat asal mula Pacitan sebagai kabupaten, serta budaya Mataraman sebagai salah satu budaya yang tampak pada masyarakat Kabupaten Pacitan. Hal itu tidak lepas dari sejarah yang menunjukan Kabupaten Pacitan pernah sebagai wilayah Yogyakarta maupun Surakarta sehingga Pacitan dikenal sebagai daerah Mataraman. 

Bab 3 memuat uraian tentang dimensi masyarakat Kabupaten Pacitan sebagai masyarakat Pesisir mengingat wilayah Kabupaten Pacitan sebelah selatan merupakan wilayah pantai sehingga masyarakat yang ada di sekitarnya mempunyai budaya yang khas yang dikenal sebagai masyarakat Pesisir. Hal itu dipandang penting dicantumkan dalam buku ini menjadi bab tersendiri. 

 Bab 4 mendeskripsikan kebudayaan masyarakat Kabupaten Pacitan yang meliputi pengertian kebudayaan, serta berbagai unsur kebudayaan yang ada di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Pacitan. Pada bab 4 pembahasan beberapa unsur kebudayaan juga disertai dengan gambar xi sehingga selain memahami dari segi definisi juga pengetahuan tentang unsur kebudayaan masyarakat Kabupaten Pacitan diperkuat dengan gambar yang kontekstual dengan keadaan sebenarnya. 

Adapun Bab 5 sebagai bab terakhir buku ini berisi narasi tentang permasalahan budaya tradisional yang ada di Kabupaten Pacitan serta berbagai bentuk upaya pelestariannya. Oleh karena itu uraian pada bab 5 sebagai acuan dan sekaligus keadaan faktual budaya tradisional yang ada di Kabupaten Pacitan. 

Kami menyadari buku ini belum mampu menginformasikan secara menyeluruh berbagai aspek sosial budaya masyarakat Kabupaten Pacitan. Oleh karena itu, kami berharap buku ini sebagai pemantik sehingga terbit buku-buku semisal yang lebih lengkap pada kemudian hari dengan perspektif yang berbeda. 

Pada gilirannya informasi tentang aspek kehidupan sosial Kabupaten Pacitan dapat terdokumentasi secara baik dan masih bisa diketahui oleh generasi yang akan datang. Pada akhirnya Tim Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak tak dapat kami sebutkan satu-persatu yang telah membantu dalam berbagai bentuk sehingga buku yang berjudul SOSIAL-BUDAYA MASYARAKAT PACITAN: Sebuah Perkenalan dapat kami terbitkan. Semoga budi baik saudara dibalas yang lebih mulia oleh Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin.

Semoga bermanfaat Terimakasih Salam Budaya

Tim Penulis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer