Budiman Sudjatmiko Pastikan Pembangunan Bukit Algoritma tak Gunakan Dana APBN

  

PEWARTA_NUSANTARA || Jakarta - Politisi PDI Perjuangan sekaligus pendiri Gerakan Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko memastikan pembangunan Bukit Algoritma tak menggunakan dana sepeser pun dari APBN. Ia menjelaskan, rencana proyek senilai 1 miliar euro atau setara hampir sama Rp. 18 triliun tersebut berasal dari investor baik dalam dan luar negeri.

PT Kiniku Bintang Raya, dalam hal ini, akan jadi pengembang kawasan Bukit Algoritma seluas 888 hektare di Cikadang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat tersebut.

"Kami punya ide, kami tawarkan ke investor. Kemudian banyak investor dalam dan luar negeri tertarik. Kemudian dipercayakan kepada kami, kami kemudian cari kontraktor," ujarnya  Sabtu (10/4), dikutip dari laman CNNIndonesia.com

Ia melanjutkan, Kiniku kemudian menggandeng PT Amarta Karya (Persero) sebagai kontraktor yang nantinya akan dibayar menggunakan dana dari para investor tersebut. Perusahaan pelat merah itu akan membangun infrastruktur kawasan tersebut mulai dari jalan, instalasi air dan listrik hingga gedung-gedung.

"Kami meminta Amarta mengerjakan infrastruktur, bukan hanya membangun jalan tapi gedung-gedung fasilitas riset tempat untuk para tenant yang akan menggunakan atau menyewa itu. Jadi kita bayarkan," jelasnya.

Sayangnya Budiman enggan membocorkan nama-nama investor untuk megaproyek tersebut. "Ada dari beberapa negara lah, ada Eropa, Amerika, mereka menolak disebutkan dulu," klaimnya.

Bukit algoritma sendiri akan dikembangkan menjadi 'Silicon Valley' di Indonesia, yaitu kawasan pengembangan riset dan sumber daya manusia yang berbasis industri 4.0. Harapannya, kawasan ini juga bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur di dalam negeri secara berkelanjutan.

Budiman, yang juga Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya berharap Bukit Bintang juga mendapatkan status sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) sehingga dapat memperoleh berbagai insentif fiskal dari pemerintah. "Kebetulan salah satu investor kami ada yang sudah ketemu Pak Bahlil (Kepala BKPM) dan akan mendapatkan insentif perpajakannya," tandas Budiman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer