Mahfud MD, Ribuan Transaksi Mencurigakan yang Dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum, Namun Sedikit yang Ditindaklanjuti

PEWARTA_NUSANTARA || Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menyebut ada beberapa masalah dalam penerapan Undang-Undang (UU) Pencucian Uang.

Mahfud mengatakan ada ribuan transaksi-transksi mencurigakan yang dilaporkan ke aparat penegak hukum, namun hanya sedikit yang ditindaklanjuti.

"Ada lagi masalah yang sering saya diskusikan dengan Pak Dian (Kepala PPATK), ribuan ya bukan puluhan, bukan ratusan transaksi-transaksi mencurigkan itu sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum tetapi sangat sedikit sekali yang ditindaklanjuti," kata Mahfud dalam sebuah diskusi di Youtube Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Indonesia, Jumat (2/4/2021), dikutip dari laman liputan6.com.

Misalnya, kata dia, ada pihak yang memiliki dana yang dicurigai sebagai pencucian uang dan telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Namun, laporan tersebut tidak ditindaklanjuti untuk dibangun konstruksi hukum.

"Alasannya itu tadi. Pertama, jangan-jangan apakah ini hasil penyelidikan yang pro justicia atau tidak. Jangan-jangan ini sudah diadili pidana pokoknya pidana asalnya dann macam-macamlah," ujarnya.

Selain itu, Mahfud menenukan ada banyak kasus korupsi yang sudah diputus tetapi tindak pencucian uangnya tidak diusut. Salah satunya, kata dia, yang terjadi pada kasus korupsi pembangunan Pusat Pendidikan, dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang.

"Misalnya, kasus hambalang macam-macamlah, sudah diputus (korupsi), pencucian uangnya gak dikejar. Padahal itu lebih besar sebagai kekayaan negara," ucap Mahfud.

Langkah Penegakan Hukum

Untuk itu, Mahfud mengaku sedang menyiapkan langkah-langkah khusus agar penegakkan hukum terhadap kasus pencucian uang dapat ditindaklanjuti.

Pasalnya, kerap kali kasus pencucian uang tidak ditelusuri usai pidana awal telah divonis pengadilan.

"Karena sering ada alasan, kalau tindak pidana korupsi, tindak pidana induknya atau tindak pidana asul sudah divonis mestinya kalau logika biasa tindak pidana pencucian uangnya dikejar. Tetapi ada mengatakan, kan yang diasal sudah divonis kalau diadili lagi nanti ada yang beralasan gitu," jelas Mahfud Md.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer