Pariwisata Indonesia Jadi Lokomotif Keluar dari Pandemi Covid-19

PEWARTA_NUSANTARA || Rencana pembukaan sektor pariwisata tentunya harus dilakukan dengan penuh kedisiplinan, dari segi testing, tracing, dan treatment.

Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak akibat wabah Covid-19. Derita yang cukup panjang, lebih dari setahun, dialami sektor itu sejak virus ditemukan berjangkit di Indonesia pada awal Maret 2020. 

Tak heran jika pelaku sektor tersebut sudah sangat mendambakan wisatawan. Namun pertanyaannya, apakah kedatangan wisatawan dijamin aman dari ancaman pandemi atau justru memperparah situasi?

Menurut rencana, Pulau Bali mulai dibuka untuk wisatawan mancanegara pada Juni atau Juli. Dalam rangka itulah, sejumlah persiapan mulai dilakukan, termasuk menerima kunjungan wisatawan Nusantara.

Keputusan untuk membuka Pulau Bali bagi wisatawan mancanegara pada Juni-Juli boleh jadi diambil dengan menimbang sejumlah hal. Salah satunya, digelarnya vaksinasi massal. Diharapkan melalui langkah itu, pandemi kian melemah karena tingkat imun manusia sudah semakin kuat.

Selain itu, pembukaan daerah juga berdasarkan tingkat kegawatan pandemi di daerah yang bersangkutan. Misalnya, izin diberikan bila sebuah daerah sudah berada di zona hijau atau orange, dan tentunya dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Rencana pembukaan sektor pariwisata tentunya harus dilakukan dalam bingkai PPKM skala mikro dan dilakukan dengan penuh kedisiplinan, baik dari segi testing, tracing, dan treatment. Memang harapan agar Pulau Bali segera dibuka untuk wisatawan pernah pula dikemukakan Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di pulau itu, Kamis (16/3/2021).

Harus diakui, masifnya program vaksinasi, termasuk pada pelaku industri pariwisata, memberikan kepercayaan diri pelaku usaha, selain menambah imunitas. Hingga Senin (12/4/2021) pukul 15.00 WIB, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah mencapai 10,2 juta atau 25,43 persen dari target vaksinasi warga sebanyak 40,34 juta orang.

Masih menurut data yang sama, warga masyarakat yang sudah mendapatkan suntikan pertama dan kedua vaksin Covid-19 sebanyak 5,31 juta orang. Masifnya vaksinasi menjadi ikhtiar warga negeri ini demi menjaga kesehatan.

Keinginan agar sektor pariwisata segera dibuka demi menggulirkan kembali roda ekonomi di sektor tersebut kian menguat. Berbekal harapan itu pulalah kemudian muncul wacana pembukaan kembali Bali bagi wisatawan mancanegara pada Juni atau Juli 2021.

 

Dua Skenario UNWTO

United Nation World Travel Organization (UNWTO) dalam satu laporannya belum lama ini merilis dua skenario yang terjadi dengan tren pariwisata di 2021.

Pertama, lembaga itu memprediksi potensi rebound pada Juli dengan penambahan volume penerbangan hingga 66 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kedua, potensi rebound pada September 2021 dengan pertumbuhan volume penerbangan global hingga 22 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. Laporan UNWTO itulah yang boleh jadi memunculkan skenario pembukaan kawasan wisata itu mulai Juni atau Juli.

Berkaitan dengan rencana pembukaan Pulau Bali bagi wisatawan mancanegara pada Juni atau Juli, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya terus memantau kesiapan Pulau Bali menjelang pembukaan kunjungan wisatawan mancanegara.

"Kita pantau terus, kesiapan Bali semakin membaik. Sanur, Ubud, dan Nusa Dua adalah zona hijau. Per hari ini data yang saya terima bahwa kunjungan wisatawan Nusantara sudah di atas 6.000. Berarti ini kita memasuki satu zonasi atau periodisasi yang cukup menentukan," ujarnya di Nusa Dua, Kamis (9/4/2021).

Dia mengatakan, meningkatnya jumlah kunjungan itu merupakan latihan kesiapan dalam menyambut wisatawan mancanegara pada Juni-Juli mendatang. "Jangan sampai kita nanti tidak memiliki kesiapan. Oleh karena itu, kunjungan yang meningkat dari wisatawan Nusantara ini sekaligus menjadi ajang bagi bangsa ini untuk terus berbenah," ujarnya.

Manperekraf Sandiaga Uno menjelaskan, berbagai persiapan untuk membuka kembali sektor pariwisata bagi wisatawan mancanegara di Bali nantinya harus juga terus ditingkatkan. "Juni-Juli tinggal menghitung hari. Kita tingkatkan kesiapan kita. Kemarin, kita lakukan tindakan tegas untuk pelanggar protokol kesehatan dan kita tingkatkan pembahasan Travel Corridor Arrangement (TCA)," katanya.

Yang jelas, dia menambahkan, dari hasil pemantauan selama beberapa hari berkantor di Pulau Dewata, dirinya merasakan semangat yang luar biasa dari pelaku sektor pariwisata di daerah itu untuk keinginan dan motivasi untuk bangkit bersama dan pulih pascapandemi Covid-19.

Dia juga menyakinkan bahwa pembukaan sektor pariwisata dalam bingkai PPKM skala Mikro dan penuh kedisiplinan dari segi testing, tracing, dan treatment pada prinsipnya bisa dilanjutkan. "Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini justru jadi lokomotif untuk keluar dari pandemi ini tentunya dengan sinergi dan kolaboratif dengan semua pihak," ujar Sandiaga Uno.

Penulis: Firman Hidranto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WATU PAPAK PRIMADONA BARU WISATA PANTAI PACITAN

KELOKAN TAK BERUJUNG

"Berdiri Aku" Karya Amir Hamzah 1933

DESTINASI WISATA ALAM PANTAI PANCER DOR PACITAN ”

PESONA PANTAI KASAP RAJA AMPATNYA PACITAN

PESONA SISI ROMANTIS BEIJI PARK PACITAN

Penambahan 1 Positif Covid 19 di Pacitan, Jawa Timur per 12 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai

Yuk Memulai Wirausaha Saat Pandemi Covid-19

Sajikan Informasi Kredibel, Dispenad-MNC Latih 20 Jurnalis Militer